Perbedaan Rokok dan Narkoba
Leave a reply
Dalam syariat Islam amar makruf nahi mungkar harus dilakukan, namun ketika masih ada perbedaan di kalangan ulama tidak boleh langsung memeranginya. Dalam hal terjadi perselisihan pendapat tidak boleh diambil tindakan keras, melainkan melalui pendekatan dakwah.
Dalam hal Narkoba tidak terjadi perbedaan pendapat?
Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menyikapi minuman keras dan narkotika. Haramnya sudah disepakati sehingga boleh disikapi secara tegas. Sama halnya dengan tape ketan yang mengandung 15 persen alkohol, meski kandungannya tinggi dan dinyatakan haram namun tidak dapat langsung diambil tindakan keras.
Dalam menyikapi juga berbeda? Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam menyikapi juga berbeda-beda. Kalau langsung melakukan tindakan keras dan tegas akan sama halnya dengan tidak menghormati pendapat-pendapat lain di antara ulama. Sebab pandangan ulama yang lain juga berdasarkan landasan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Ketiganya haram? Rokok, alkohol, dan narkotika haram hukumnya. Jadi kesimpulannya, rokok dan narkoba sama bahaya nya, dan sama merusak kesehatannya. Hanya saja jika rokok dijual bebas di pasaran sedangkan narkoba di jual secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi, karena jika tertangkap basah transaksi narkoba, akan ditangkap oleh pihak yang berwajib.
BAHAYA NARKOBA!
Bahaya Narkoba Bagi Pecandunya
Bagi pecandu, bahaya narkoba tidak hanya merugikan masalah fisik saja tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. Apabila disalah gunakan, bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.
1) Bahaya narkoba terhadap fisik
- Gangguan pada system syaraf (neurologis)
- Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
- Gangguan pada kulit (dermatologis)
- Gangguan pada paru-paru (pulmoner)
- Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia
- Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
- Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
- Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
- Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
- Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah
- Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
- Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
- Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
- Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
- Gangguan mental
- Anti-sosial dan asusila
- Dikucilkan oleh lingkungan
- Merepotkan dan menjadi beban keluarga
- Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram
Narkoba memang memiliki jenis yang berbeda beda, tentu efek yang bisa ditimbulkan pun bisa berbeda beda sesuai jenisnya. Berikut adalah bahaya narkoba sesuai jenisnya:
1) Opioid
- Depresi berat
- Apatis, gugup dan gelisah
- Banyak tidur, rasa lelah berlebihan
- Malas bergerak, kejang-kejang, dan denyut jantung bertambah cepat
- Selalu merasa curiga, rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat
- Banyak bicara namun cadel, pupil mata mengecil
- Tekanan darah meningkat, berkeringat dingin
- Mual hingga muntah
- luka pada sekat rongga hidung
- Kehilangan nafsu makan, turunnya berat badan
- Denyut jantung bertambah cepat
- Gelisah, banyak bicara
- Rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat
- Kejang-kejang, pupil mata melebar
- Berkeringat dingin, mual hingga muntah
- Mudah berkelahi
- Pendarahan pada otak
- Penyumbatan pembuluh darah
- Pergerakan mata tidak terkendali
- Kekakuan otot leher
- Mata sembab, kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
- Sering melamun, pendengaran terganggu, selalu tertawa
- Terkadang cepat marah
- Tidak bergairah, gelisah
- Dehidrasi, liver
- Tulang gigi keropos
- Saraf otak dan saraf mata rusak
- Skizofrenia
- Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat, berkeringat
- Sulit tidur
- Kerusakan saraf otak
- Dehidrasi
- Gangguan liver
- Tulang dan gigi keropos
- Tidak nafsu makan
- Saraf mata rusak
- Enerjik
- Paranoid
- Sulit tidur
- Sulit berfikir
- Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
- Banyak bicara
- Denyut jantung bertambah cepat
- Pendarahan otak
- Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
- Berjalan sempoyongan
- Wajah kemerahan
- Banyak bicara tapi cadel
- Mudah marah
- Konsentrasi terganggu
- Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak